Setelah ama mempehatikan dari jauh, seorangeksekutif muda bernama Congek menghampiri bapak tua yang membawa dua buah koperbesar.
"Pak,dari tadi bapak kok ngomong sendiriaja?" kata si Congek.
"Oh, ini nak bapak lagi membicarakanbisnis dengan klien di Amerika," jawab si bapak.
"Maaf, tapi bapak tidak pake....?"ujar Congek terputus.
"...Tenang, saya menggunakan teknologiponsel tercanggih Nak, jadi cukup menggantungkan microchip ini di kerah jassaya dan bebas ngomong kemana saja," kata si bapak.
"Oh, kebetulan saya juga butuhtelekomunikasi yg seperti ini," ujar Congek.
"Wah, kebetulan sekali saya lagi promosi,jadi ini buat kamu saja," sambil ngloyor pergi
"Thanks...(sambil mengamati alat tersebut)....eh,Paakk kopernya ketinggalan," teriak Congek.
Dari jauh si bapak menyahut," Ambil sajanak, itu adalah baterainya!".
====================================================================
Tersebutlah seorang juragan yang sangatterkenal pelit bernama Pan Songkem. Pada suatu hari juragan Pan Songkem pergike sebuah plaza dan melewati rumah makan Denpasar Fried Chicken. Dia berhentisebentar,dilihatnya pada dinding kaca rumah makan tersebut ada ditempel sebuahbrosur yang menarik perhatiannya. Brosur tersebut berbunyi "MAKANSEKARANG, CUCU ANDA YANG AKAN BAYAR".
"Hah..? Yang bener nih," si PanSongkem melihat ini bagai sebuah kesempatan. Maka masuklah ia ke rumah makantersebut dan memesan sebanyak-banyaknya, makan sampai puas. Setelah selesai, iasegera hendak berlalu dari tempat tersebut.
Tapi, belum sempat melewati pintu dia dihadangoleh seorang pegawai yang menyodorkannya selembar Bon makanan.
Pan Songkem: "Bagaimana kau ini, disitukan disebut Makan Dulu, yang bayar nanti cucu saya."
Pegawai: "Betul Pak, tapi bapak lihatdulu bonnya. Ini bukan bon makanan yang bapak makan tadi. Ini adalah bonmakanan kakek bapak!"